3 Resep Sambal Fermentasi ala Asia, Tahan Lama & Pedas Membara!

Sambal merupakan kondimen yang banyak dinikmati masyarakat Indonesia, bahkan masakan tanpa sambal rasanya begitu hambar. Tak hanya negeri tercinta, banyak negara tetangga yang memiliki sambal uniknya masing-masing.

3 Resep Sambal Fermentasi ala Asia, Tahan Lama & Pedas Membara!
ilustrasi saus sambal (youtube.com/Pailin's Kitchen)


Fermentasi jadi salah satu proses yang digunakan dalam membuat sambal, meski memakan cukup waktu tapi hasil yang didapatkan pun sangat memuaskan dengan ketahanan yang lebih panjang, jadi dapat digunakan sepanjang tahun.

Kamu yang ingin menikmati sambal dengan cita rasa menarik wajib banget cobain sambal fermentasi dari berbagai negara asia berikut ini, kepoin segera!

1. Sriracha

ilustrasi sriracha (youtube.com/Minimalist Baker)
ilustrasi sriracha (youtube.com/Minimalist Baker)

Berasal dari Thailand, sriracha terbuat dari fermentasi cabai merah, bawang putih, gula dan garam selama beberapa waktu hingga tercipta sambal yang pedas, manis dengan konsistensi yang ringan. Untuk membuatnya kamu bisa mencoba resep yang dilansir dari seriouseats.com berikut.

Bahan-bahan:

  1. 680 gr cabai besar merah (jalapeno, fresnos atau cabai thailand)
  2. 6 siung bawang putih
  3. 1 sdm garam
  4. 4 sdm brown sugar
  5. ½  cangkir cuka putih

Cara membuat:

  1. Haluskan cabai, bawang putih, garam dan gula menggunakan blender.
  2. Masukkan campuran cabai ke dalam toples, pastikan toples tidak penuh karena proses fermentasi akan menambah volume sambal.
  3. Fermentasi cabai di ruang gelap dan bersuhu agak dingin 7-8 hari. Jangan lupa cek perkembangannya setiap hari, buka tutup toples dan aduk beberapa saat agar udara yang tercipta dari proses fermentasi keluar, setelahnya tutup kembali.
  4. Setelah proses fermentasi, masukkan cabai ke dalam blender bersama cuka lalu haluskan kembali hingga benar-benar lembut.
  5. Saring cabai sambil ditekan-tekan agar serat cabai dapat lewat dan hanya menyisakan bijinya saja.
  6. Tuang cabai ke dalam panci lalu didihkan, setelah mendidih kecilkan api dan masak hingga agak kental sekitar 5-10 menit.
  7. Taruh cabai dalam botol kedap udara, simpan dalam kulkas dan gunakan saat diperlukan. Sriracha dapat bertahan sekitar 6 bulan lamanya.

2. Gochujang

ilustrasi gochujang (youtube.com/Maangchi)
ilustrasi gochujang (youtube.com/Maangchi)

Makin dikenal dunia bersamaan dengan korean wave, sambal gochujang banyak digunakan dalam berbagai banchan korea termasuk kimchi. Dilansir dari koreanbapsang.com, berikut resep lengkapnya.

Bahan-bahan:

  1. 500 gr bubuk barley malt
  2. 20 cangkir air
  3. 500 gr tepung beras ketan
  4. 500 gr bubuk cabai
  5. 250 gr bubuk kacang hijau fermentasi
  6. 200 gr garam + 50 gr untuk taburan
  7. 1 cangkir sirup beras

Cara membuat:

  1. Rendam barley dalam wadah dengan 10 cangkir air, diamkan 2 jam hingga semalaman. Peras barley hingga air rendaman menyerupai warna susu. Saring barley, kemudian ambil cairannya.
  2. Rendam kembali barley dengan 10 cangkir air lalu peras dan ambil cairannya tanpa perlu diistirahatkan lagi.
  3. Masukkan tepung ketan ke dalam panci diikuti susu barley, aduk rata kemudian hangatkan sebentar saja, tak perlu terlalu panas. Lalu diamkan selama 2 jam.
  4. Panaskan kembali campuran ketan barley hingga mendidih dan cairan surut setengahnya. Setidaknya cairan tersisa sekitar 7-9 cangkir. Setelah itu diamkan hingga dingin.
  5. Ambil 7 cangkir cairan ketan barley lalu campur bersama garam, aduk hingga larut.
  6. Tambahkan bubuk kacang hijau, aduk hingga rata.
  7. Setelahnya masukkan bubuk cabai, aduk kembali hingga tak ada gumpalan.
  8. Tambahkan sirup beras, aduk rata lalu koreksi rasa. Jika dirasa tekstur terlalu kering tambahkan sedikit susu barley.
  9. Diamkan adonan gochujang selema beberapa jam hingga semua bahan kering yang dimasukkan dapat menyerap cairan.
  10. Masukkan gochujang ke dalam toples beri taburan garam dibagian atasnya, lapisi lubang tobles dengan kain diikuti tutup toplesnya.
  11. Fermentasi selama 60-90 hari di ruang terbuka bersuhu ruang. Setelahnya, simpan dalam kulkas dan siap digunakan.

3. Yuzu Kosho

ilustrasi yuzu kosho (youtube.com/@misa_enomoto)
ilustrasi yuzu kosho (youtube.com/@misa_enomoto)

Terbuat dari parutan kulit jeruk yuzu dan cabai jadikan sambal jepang ini banyak diminati karena beraroma segar. Cocok dijadikan teman pelengkap sup, sashimi dan lainnya, berikut resep yuzu kosho yang dilansir dari sudachirecipes.com.

Bahan-bahan:

  1. 20 gr parutan kulit jeruk yuzu hijau
  2. 20 gr cabai hijau
  3. 8 gr garam

Cara membuat:

  1. Haluskan cabai, kulit jeruk dan garam hingga agak halus. Jika terlalu kering tambahkan jus yuzu sedikit saja.
  2. Masukkan dalam toples steril, fermentasi selama 1 minggu.
  3. Simpan dalam kulkas setelah difermentasi, yuzu kosho bisa disimpan selama 1 tahun.

Sambal-sambal di atas cocok dijadikan cocolan atau penyedap pada berbagai masakanmu, entah itu sup, tumisan, olesan dan lainnya. Miliki aroma yang berbeda hingga ciptakan sensasi menarik, pastikan untuk mengkreasikan ketiganya, ya!

9 comments for "3 Resep Sambal Fermentasi ala Asia, Tahan Lama & Pedas Membara!"

Comment Author Avatar
Selama ini saya hanya familiar dengan gochujang!
Sambal khas Asia ternyata sangat beragam dan punya karakter rasa masing-masing yaaa...
Baru tahu jika proses fermentasi bukan hanya membuat rasa sambal lebih kompleks, tetapi juga membantu daya simpannya menjadi jauh lebih lama. Cocok sekali untuk pecinta makanan pedas yang ingin stok sambal homemade tanpa harus sering membuat ulang.
Saya paling penasaran mencoba yuzu kosho karena kombinasi pedas dan citrusnya terdengar segar.
Comment Author Avatar
Ternyata sambal menjadi salahsatu makanan favorit dibanyak belahan dunia ya.. pasti rasanya otentik disesuaikan dengan daerah sambal tersebut dibuat.
Comment Author Avatar
Sambal khas Asia yang prosesnya melalui fermentasi ternyata lezat ya. Bisa tahan lebih lama pula dengan citarasa yang masih terjaga. Jadi pengen nyobain nih kapan2. Varian yuzu sepertinya menarik banget, pedasnya menyegarkan.
Comment Author Avatar
Ketiga sambal fermentasi ini yang paling aku suka: sriracha. Ketiganya cukup mudah buat dibuat sih. Nanti mau coba bikin akh, lumayan banget jadi punya stok kan.

Bersyukur sekali Indonesia punya banyak jenis cabai buat di kreasikan jadi sambal.
Comment Author Avatar
Sebagai pencinta pedas, saya baru tahu kalau bikin sriracha sendiri di rumah ternyata lumayan simpel, ya, walaupun butuh kesabaran ekstra buat nunggu proses fermentasinya. Selama ini cuma sering beli versi botolan di supermarket.
Penasaran juga pengen coba bikin yuzu kosho, kombinasi cabai hijau sama kulit jeruk pasti aromanya segar banget dan cocok buat teman makan ramen atau sup hangat. Artikel ini beneran nambah ide baru buat stok kondimen tahan lama di kulkas.
Comment Author Avatar
Kalau gochujang, saya suka beli dan stok di kulkas. Tapi, belum pernah bikin sendiri. Pengen cobain bikin Sriracha. Tapi, kalau cabenya diganti cabe lokal, bakal beda gak ya rasanya?
Comment Author Avatar
Sambal fermentasi ala Asia ini terdengar unik banget. Aku penasaran bagaimana rasa akhirnya setelah difermentasi, pasti ada perpaduan asam dan pedas yang beda dari sambal biasa. Cocok buat yang suka eksplor rasa baru
Comment Author Avatar
Weih sambal fermentasi .... jadi penasaran dengan sambal tersebut. 🔥🔥
Comment Author Avatar
Kok saya malah jadi membayangkan ... malah lebih mirip ke rasa saus atau kimchi ya?