3 Resep Sambal Fermentasi ala Asia, Tahan Lama & Pedas Membara!
Sambal merupakan kondimen yang banyak dinikmati masyarakat Indonesia, bahkan masakan tanpa sambal rasanya begitu hambar. Tak hanya negeri tercinta, banyak negara tetangga yang memiliki sambal uniknya masing-masing.
Fermentasi jadi salah satu proses yang digunakan dalam membuat sambal, meski memakan cukup waktu tapi hasil yang didapatkan pun sangat memuaskan dengan ketahanan yang lebih panjang, jadi dapat digunakan sepanjang tahun.
Kamu yang ingin menikmati sambal dengan cita rasa menarik wajib banget cobain sambal fermentasi dari berbagai negara asia berikut ini, kepoin segera!
1. Sriracha
Berasal dari Thailand, sriracha terbuat dari fermentasi cabai merah, bawang putih, gula dan garam selama beberapa waktu hingga tercipta sambal yang pedas, manis dengan konsistensi yang ringan. Untuk membuatnya kamu bisa mencoba resep yang dilansir dari seriouseats.com berikut.
Bahan-bahan:
- 680 gr cabai besar merah (jalapeno, fresnos atau cabai thailand)
- 6 siung bawang putih
- 1 sdm garam
- 4 sdm brown sugar
- ½ cangkir cuka putih
Cara membuat:
- Haluskan cabai, bawang putih, garam dan gula menggunakan blender.
- Masukkan campuran cabai ke dalam toples, pastikan toples tidak penuh karena proses fermentasi akan menambah volume sambal.
- Fermentasi cabai di ruang gelap dan bersuhu agak dingin 7-8 hari. Jangan lupa cek perkembangannya setiap hari, buka tutup toples dan aduk beberapa saat agar udara yang tercipta dari proses fermentasi keluar, setelahnya tutup kembali.
- Setelah proses fermentasi, masukkan cabai ke dalam blender bersama cuka lalu haluskan kembali hingga benar-benar lembut.
- Saring cabai sambil ditekan-tekan agar serat cabai dapat lewat dan hanya menyisakan bijinya saja.
- Tuang cabai ke dalam panci lalu didihkan, setelah mendidih kecilkan api dan masak hingga agak kental sekitar 5-10 menit.
- Taruh cabai dalam botol kedap udara, simpan dalam kulkas dan gunakan saat diperlukan. Sriracha dapat bertahan sekitar 6 bulan lamanya.
2. Gochujang
Makin dikenal dunia bersamaan dengan korean wave, sambal gochujang banyak digunakan dalam berbagai banchan korea termasuk kimchi. Dilansir dari koreanbapsang.com, berikut resep lengkapnya.
Bahan-bahan:
- 500 gr bubuk barley malt
- 20 cangkir air
- 500 gr tepung beras ketan
- 500 gr bubuk cabai
- 250 gr bubuk kacang hijau fermentasi
- 200 gr garam + 50 gr untuk taburan
- 1 cangkir sirup beras
Cara membuat:
- Rendam barley dalam wadah dengan 10 cangkir air, diamkan 2 jam hingga semalaman. Peras barley hingga air rendaman menyerupai warna susu. Saring barley, kemudian ambil cairannya.
- Rendam kembali barley dengan 10 cangkir air lalu peras dan ambil cairannya tanpa perlu diistirahatkan lagi.
- Masukkan tepung ketan ke dalam panci diikuti susu barley, aduk rata kemudian hangatkan sebentar saja, tak perlu terlalu panas. Lalu diamkan selama 2 jam.
- Panaskan kembali campuran ketan barley hingga mendidih dan cairan surut setengahnya. Setidaknya cairan tersisa sekitar 7-9 cangkir. Setelah itu diamkan hingga dingin.
- Ambil 7 cangkir cairan ketan barley lalu campur bersama garam, aduk hingga larut.
- Tambahkan bubuk kacang hijau, aduk hingga rata.
- Setelahnya masukkan bubuk cabai, aduk kembali hingga tak ada gumpalan.
- Tambahkan sirup beras, aduk rata lalu koreksi rasa. Jika dirasa tekstur terlalu kering tambahkan sedikit susu barley.
- Diamkan adonan gochujang selema beberapa jam hingga semua bahan kering yang dimasukkan dapat menyerap cairan.
- Masukkan gochujang ke dalam toples beri taburan garam dibagian atasnya, lapisi lubang tobles dengan kain diikuti tutup toplesnya.
- Fermentasi selama 60-90 hari di ruang terbuka bersuhu ruang. Setelahnya, simpan dalam kulkas dan siap digunakan.
3. Yuzu Kosho
Terbuat dari parutan kulit jeruk yuzu dan cabai jadikan sambal jepang ini banyak diminati karena beraroma segar. Cocok dijadikan teman pelengkap sup, sashimi dan lainnya, berikut resep yuzu kosho yang dilansir dari sudachirecipes.com.
Bahan-bahan:
- 20 gr parutan kulit jeruk yuzu hijau
- 20 gr cabai hijau
- 8 gr garam
Cara membuat:
- Haluskan cabai, kulit jeruk dan garam hingga agak halus. Jika terlalu kering tambahkan jus yuzu sedikit saja.
- Masukkan dalam toples steril, fermentasi selama 1 minggu.
- Simpan dalam kulkas setelah difermentasi, yuzu kosho bisa disimpan selama 1 tahun.
Sambal-sambal di atas cocok dijadikan cocolan atau penyedap pada berbagai masakanmu, entah itu sup, tumisan, olesan dan lainnya. Miliki aroma yang berbeda hingga ciptakan sensasi menarik, pastikan untuk mengkreasikan ketiganya, ya!




Post a Comment for "3 Resep Sambal Fermentasi ala Asia, Tahan Lama & Pedas Membara!"
Post a Comment